Panduan Mulai (± 10 menit)
Ikuti 6 langkah ini sekali saja. Setelah selesai, kirim pesan berikutnya tinggal beberapa klik.
Daftar akun Bablast.id
Bablast adalah penyedia layanan resmi yang benar-benar mengirim pesan WhatsApp-nya. Daftar gratis lewat tombol di bawah (link referral kami, kamu dapat harga yang sama, kami dapat komisi kecil dari Bablast — bukan dari kamu).
Daftar di Bablast.id →Hubungkan nomor WhatsApp (Sender)
Setelah login ke dashboard Bablast:
- Buka menu Sender di navigasi atas
- Klik Tambah Sender
- Scan kode QR yang muncul pakai HP dengan WhatsApp yang mau dipakai kirim pesan
- Tunggu sampai statusnya Terhubung
Catat Sender Code-nya (formatnya seperti SND-XXXXXX) — nanti dipakai di langkah 4.
Ambil API Key dari DevHub
Masih di dashboard Bablast:
- Buka menu DevHub di navigasi atas
- Buka bagian API Keys
- Salin API key kamu (biasanya diawali
bk_live_)
Buat & Ajukan Template Pesan ke Meta
Kalau sender kamu tipe WABA (Official API) — bukan sender "unofficial" biasa — Meta mewajibkan setiap pesan pertama ke nomor yang belum pernah chat memakai template pesan yang sudah disetujui (Approved). Kirim tanpa template approved, pesannya bisa ditolak atau nomor kamu kena flag. Ini beda dari sender unofficial yang bisa langsung kirim bebas — kalau sender kamu bukan WABA resmi, langkah ini boleh dilewati.
Di dashboard Bablast: buka Sender → pada nomor WABA kamu klik tombol Template → Buat Template. Ada 3 tahap:
Tahap 1 — Pilih Kategori. Ada 3 pilihan:
Tahap 2 — Desain Template. Field yang perlu diisi:
Tahap 3 — Tinjauan. Cek pratinjau, klik Simpan Template → otomatis dikirim ke Meta untuk direview.
Status template yang perlu kamu pantau di halaman Broadcast WABA → Template Meta:
Masukkan ke WA Blast Mudah
Tempel API key dan sender code kamu di halaman App, lalu langsung bisa kirim blast pertamamu. Setelah kirim, progres pengirimannya kelihatan langsung di layar — berapa yang sukses, berapa yang gagal beserta alasannya per kontak.
Kalau sender-nya WABA resmi, pastikan minimal 1 template sudah berstatus Approved sebelum kirim ke nomor yang belum pernah chat.
Buka App & Setup →Pantau & Balas Chat yang Masuk
Setelah pesan terkirim, biasanya ada nasabah yang balas — nanya, konfirmasi, atau sekadar bilang terima kasih. WA Blast Mudah cuma alat kirim satu arah, jadi balasan itu tidak muncul di sini. Untungnya Bablast punya fitur bawaan namanya Omnichannel / Inbox buat baca dan balas semua percakapan WhatsApp kamu di satu tempat.
Cara bukanya: di dashboard Bablast, klik kartu Omnichannel — Unified Inbox di halaman Sender, lalu klik Buka inbox.bablast.id. Atau langsung lewat tombol Pesan Masuk di halaman App kami.
Nomor WA saya kena banned, gimana?
Ini risiko yang melekat pada semua layanan WhatsApp blasting tidak resmi, bukan cuma di Bablast. Bablast juga menyatakan di Syarat & Ketentuan mereka bahwa nomor yang terbanned tidak termasuk alasan refund. Kurangi risikonya: jangan kirim ke nomor yang belum pernah interaksi dalam jumlah besar sekaligus, hindari isi pesan yang mirip spam/judi/pinjol, dan gunakan fitur warming up kalau nomornya baru.
Kenapa harus pakai kategori Utilitas, bukan Pemasaran?
Meta menetapkan tarif per kategori template — kategori Utilitas (notifikasi transaksional) jauh lebih murah dibanding Pemasaran (promosi). Bablast juga sempat mengumumkan pembaruan skema tarif pesan non-template WABA yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 — jadi kalau tujuan pesan kamu memang notifikasi (info pesanan, konfirmasi, pengingat jadwal), pastikan bikin template-nya di kategori Utilitas supaya biaya kirim tetap murah. Kalau isinya jualan/promosi, Meta bisa menolak atau memindahkannya ke kategori Pemasaran otomatis.